This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 28 April 2013

Manchester United


RVP: Saya Selalu Hormati Pendukung Arsenal



 Robin van Persie menegaskan bahwa dirinya selalu menghormati suporter Arsenal. Begitu pun saat dirinya kembali ke Emirates Stadium, Minggu (28/4) malam nanti.

Malam nanti, Manchester United akan menghadapi tuan rumah Arsenal pada pekan ke-35 Premier League. Dan ini merupakan kali pertama bagi RVP kembali ke stadion yang membesarkan namanya pasca hengkang ke United awal musim ini.

"Saya selalu menghormati pendukung Arsenal dan akan selalu begitu. Mereka mencintai klub dan saya mengerti bagaimana rasanya. Pemain, pelatih, manajer dan direktur datang dan pergi, namun pendukung akan tetap ada bersama klub," jelasnya.

"Jadi, saya menantikan bermain lagi di Emirates Stadium. Saya memiliki kenangan bagus bersama Arsenal. Akan sangat bagus bisa bertemu rekan, staff tim dan teman-teman lama saya lagi," tambah pemain berusia 29 tahun tersebut.

United sendiri telah resmi mengunci gelar Premier League pekan lalu. Tiga gol RVP ke gawang Aston Villa menjadi penegas dominasi United musim ini.




Fergie Mengaku Beruntung Miliki Van Persie


Manajer Manchester UnitedAlex Ferguson mengakui dampak yang diberikan striker Robin van Persie bagi tim, jauh lebih besar dari yang ia bayangkan.

Penyerang internasional Belanda menjadi faktor pengantar gelar Premier League ke-20 bagi The Red Devils, usai hattrick-nya menenggelamkanAston Villa 3-0 di Old Trafford, dini hari tadi.

Catatan tersebut menambah koleksi gol Van Persie menjadi 28 sepanjang musim ini, sejak didatangkan dari Arsenal seharga 24 juta poundsterling. Namun pemain 29 tahun itu hanyalah satu, dari sekian pemain berpengaruh bagi United di era Ferguson.

Cristiano Ronaldo mencetak 42 gol pada musim 2007/08, sedangkanEric Cantona menciptakan kontribusi besar pada 1993/94 dan 1995/96. Selain itu masih ada sejumlah nama seperti Roy KeaneDavid BeckhamRyan Giggs dan Ruud van Nistelrooy.

"Dalam hal pengaruh pada tim, saya kira Van Persie telah membuat pengaruh terbesar, yang pernah saya saksikan dan saya bayangkan. Cantona juga memilikinya, jadi saya sangat beruntung mendapatkan sejumlah striker luar biasa," tutur Fergie.

"Saya kira ia adalah pemain besar bagi Arsenal. Dan ketika pemain besar tersedia, maka anda merasa United harus memilikinya. Kami berekspektasi padanya, setelah musim lalu tampil luar biasa. Bahkan menurut Arsene Wenger, ia bermain lebih baik dari yang saya pikirkan."

Jaringan Komputer



Modul 1
Pengkabelan


I.       Tujuan Percobaan
-          Memahami tentang pengkabelan pada jaringan komputer
-          Mampu menghubungkan dua buah perangkat dengan medium kabel UTP

II.      Perangkat yang digunakan
1.    Kabel UTP cat. 5
2.    Konnector RJ45
3.    LAN tester
4.    Crimping tool
5.    PC

III.    Teori Dasar
            Untuk dapat menghubungkan divais yang satu dengan divais yang lain, maka dibutuhkanlah media transmisi. Terdapat berbagai macam media yang dapat digunakan untuk dapat menghubungkan divais dan membentuk jaringan. Secara umum, media tersebut adalah: kabel (wired) dan nirkabel (wireless).
Empat jenis kabel jaringan yang umum digunakan saat ini yaitu:
1.    Kabel koaksial
Kabel koaksial terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel.Beberapa jenis kabel koaksial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik.
2.    Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Kabel twisted pair terjadi dari dua kabel yang diputar enam kali per-inchi untuk memberikan perlindungan terhadap interferensi listrik ditambah dengan impedensi, atau tahanan listrik yang konsisten. Nama yang umum digunakan untuk kawat ini adalah IBM jenis/kategori 3. Secara singkat kabel UTP adalah murah dan mudah dipasang, dan bisa bekerja untuk jaringan skala kecil.
3.    Kabel Shielded Twisted Pair (STP)
Kabel STP sama dengan kabel UTP, tetapi kawatnya lebih besar dan diselubungi dengan lapisan pelindung isolasi untuk mencegah gangguan interferensi. Jenis kabel STP yang paling umum digunakan pada LAN ialah IBM jenis/kategori 1.
4.    Kabel Serat Optik (Fiber Optic)
Kabel serat optik mengirim data sebagai pulsa cahaya melalui kabel serat optik. Kabel serat optik mempunyai keuntungan yang menonjol dibandingkan dengan semua pilihan kabel tembaga. Kabel serat optik memberikan kecepatan transmisi data tercepat dan lebih reliable, karena jarang terjadi kehilangan data yang disebabkan oleh interferensi listrik. Kabel serat optik juga sangat tipis dan fleksibel sehingga lebih mudah dipindahkan dari pada kabel tembaga yang berat.

IV.   Prosedur Praktikum
Merakit Kabel Cross
1.    Potonglah kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel.
2.    Susunlah warna urutan kabel sesuai dengan gambar di bawah ini.
3.    Urutkanlah pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan.
4.    Setelah kabel dimasukkan ke konektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal menjepit kabel dengan kuat.
5.    Pasang kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester.
6.    Setelah berhasil melakukan pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan dua buah PC dengan kabel tersebut, apakah bisa?

Merakit Kabel Straight
1.    Potonglah kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel.
2.    Susunlah warna urutan kabel sesuai dengan gambar dibawah ini:



3.    Urutkanlah pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan.
4.    Setelah kabel dimasukkan ke kou nektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal menjepit kabel dengan kuat.
5.    Pasang kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester.
6.    Setelah berhasil melakukan pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan dua buah PC dengan kabel tersebut, apakah bisa?









MODUL 2
Konfigurasi Jaringan Komputer
(SHARING SOFTWARE DAN HARDWARE)

I. Tujuan Percobaan
·         Memahami Format IP Addressing versi 4 beserta pembagian kelasnya.
·         Dapat mengkonfigurasi IP pada jaringan Local Area Network.
·         Memahami dan mampu membuat jaringan Local Area Network (LAN).
·         Memahami dan mampu membuat file sharing di Windows 7.
·         Memahami dan mampu membuat sharing hardware

II. Perangkat yang digunakan
·         PC
·         Switch/Hub
·         Kabel Straight
·         Printer
III. Teori Dasar
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya yang menggunakan  media komunikasi dan protokol sehingga dapat saling berbagi informasi. Manfaat dari jaringan komputer adalah:
·         Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk.
·         Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting
·         Akses informasi: contohnya web browsing




1. FILE SHARING
Merupakan penyediaan dan penerimaan file digital melalui sebuah jaringan, menggunakan model terpusat atau model peer-to-peer (P2P) ataupun Client-Server. File disimpan dan dilayani oleh personal computers user atau disimpan di suatu PC yang bertindak sebagai server. Mereka yang terlibat dalam file sharing di Internet merupakan penyedia file (upload) dan penerima file (download). File sharing adalah aktifitas dimana para pengguna Internet dapat berbagai file dengan pengguna Internet lainnya dengan cara penyedia file terlebih dahulu mengupload file ke komputer server dan kemudian para pengguna Internet yang lainnya dapat mendownload file tersebut dari komputer server.
2. PRINT SERVER
            Printer jaringan adalah salah satu elemen penting dalam suatu jaringan komputer. baik jaringan berskala kecil seperti workgroup, jaringan business dan enterprise. Dalam skala jaringan business dan enterprise, membuat dan memaintenance printer jaringan adalah salah satu tugas yang sangat penting buat seorang administrator jaringan. Secara tradisional, printer jaringan dikoneksikan pada komputer lewat port parallel ataupun lewat port USB, kemudian printer tersebut di konfigurasi menjadi sharing printer sehingga beberapa user pada jaringan bisa mengaksesnya secara sharing. Printer jaringan pada Windows baik workgroup maupun Windows Server Infrastructure dapat mendukung dua jenis printer yang di representasikan pada Print Server sebagai Logical Printer yaitu :
1.    Printer yang terhubung local, printer jaringan ini terhubung kepada port fisik pada print server yaitu pada umumnya port USB atau parallel.
2.    Printer yang terhubung secara jaringan, printer ini terhubung kepada jaringan menggunakan protokol TCP/IP daripada terhubung langsung kepada port fisik.
Pada Windows, setiap jenis printer di representasikan pada print server sebagai sebuah  printer logical . Printer logical mendefinisikan karakter dan pola  dari printer termasuk driver, setting printer, default setting printer, dan property lainnya yang mengendalikan cara bagaimana printer tersebut memproses print job dan dikirim kepada printer yang dipilih.
Ada dua cara meng-implementasikan printer jaringan kepada printer yang terhubung ke jaringan.
1.    Logical Printer di install pada semua computer clients, dan menghubungkan Logical Printer tersebut langsung kepada printer yang terhubung kepada jaringan. Tidak ada print server dalam model ini. Setiap komputer memelihara sendiri setting , print processor, print queue, semua print job di proses pada komputer lokal disisi user daripada harus di offload kepada print server .
2.    Model Three-Part yang terdiri dari fisik printer itu sendiri, Logical Printer yang di host pada print server itu, dan printer clients yang terhubung kepada server printer logical.
Untuk berkomunikasi dengan host lain di dalam suatu jaringan, sebuah host harus mempunyai IP (Internet Protocol) address. Pada praktikum ini, IP yang digunakan adalah IPv4 yang memiliki panjang 32 bit (4 byte).
Gambar 1. Jaringan LAN
IP address sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian network address dan node/host address. IPv4 terdiri dari 5 class, yaitu A, B, C, D dan E. Kelas D digunakan untuk multicasting, sedangkan kelas E untuk riset.
Berikut adalah alokasi bit untuk alamat IPv4 :

Kelas A :

Kelas B :
Kelas C :
Berikut adalah IP Address Range untuk masing-masing kelas :
Kelas IP Address
IP Address
Netmask Default
A
1.0.0.0-127.0.0.0
255.0.0.0
B
128.0.0.0-191.255.0.0
255.255.0.0
C
192.0.0.0-223.255.255.0
255.255.255.0
D
224.0.0.0-239.255.255.255
-
E
240.0.0.0-255.0.0.0
-

IV. Prosedur Pratikum
A.   Konfigurasi dan Setting IP
1.    Setting IP address komputer anda dengan ketentuan sebagai berikut:
- IP 192.168.22.x       
- Subnet Mask = 255.255.255.0
- Gateway = 192.168.22.254
- DNS = 100.100.100.2
Ket :x : nomor urut absensi anda

Gambar 2. Setting Internet Protocol (TCP/IP)
2.    Hubungkan komputer anda ke switch dengan menggunakan kabel straight, seperti yang ditunjukkan gambar di bawah ini.
Gambar 3. Menghubungkan Komputer di Jaringan LAN
3.    Lakukan pengujian dengan menggunakan perintah ping, dari komputer 1 ke komputer yang lain.
Jika berhasil, lakukan prosedur praktikum selanjutnya; jika gagal, periksa kembali koneksi jaringan anda”.
B.   Konfigurasi  Computer name dan Setting Workgroup
1.    Ubah nama komputer dengan nama anda dan workgroup dengan nama “jarkom” . 
Untuk mengatur Computer name dan Workgroup adalah sebagai berikut:
·         Klik kanan My Computer ,lalu klik Properties.
Gambar 4. Tampilan Properties pada Pengaturan Workgroup Computer
·         Klik Change Setting.
Gambar 5. Tampilan Menu Control Panel Home
·         Klik Change
Gambar 6. Tampilan System Properties
·         Isi Computer name  dan  Workgroup dengan nama yang anda inginkan       ,kemudian klik OK, Restart PC lalu tunggu hasilnya.
Gambar 7. Computer Name/Domain Changes
2.  Catat dan print screen hasil perubahan konfigurasi computer name dan workgroup komputer anda.
C. Konfigurasi dan Setting Sharing Data
1.    Buka aplikasi program Microsoft Word, ketik nama dan nim anda, simpan dengan nama  biodata, masukan file biodata ke folder yang dibuat pada langkah ke 2.
2.    Buat sebuah Folder dengan nama urutan kelompok anda                                  (contoh: kelompok 1) yang ingin di sharing.
Untuk melakukan konfigurasi sharing file/folder adalah sebagai berikut:
·         klik kanan pada file atau folder yang akan di share kemudian klik properties.
·         Klik Tab Sharing, lalu klik Advanced Sharing
Gambar 8. Sharing folder
·         Klik  Check Box Share this Folder ,Lalu klik Permissions.
Gambar 9. Advanced Sharing
·         Centang pada pilihan Allow kalau menginginkan akses penuh                   ( Full Control), lalu klik OK,klik OK,klik Close.
Gambar 10. Share Permissions
·         Selanjutnya menuju ke tab Security, dengan cara pilih file,folder atau printer yang ingin di share, lalu klik kanan, dan klik properties.
Gambar 11. Security
·         Apabaila pada Group or user name : Everyone tidak ada maka kita harus menambahkannya  dengan cara klik Edit, kemudian klik Add, Setelah itu akan muncul gambar dibawah ini . Maka dilanjutkan dengan klik Advanced.
Gambar 12. Select Users or Group
·         Selanjutnya akan keluar seperti gambar dibawah,dilanjutkan dengan klik Find Now, maka akan muncul search result dan cari yang Everyone, dan klik OK, klik OK, klik OK, klik OK, dan selesai.
Gambar 13. Hasil Select Users or Group
3.    Untuk melihat hasil sharing yang telah kita lakukan buka Windows Explorer (windows+E) dan klik pada Network, klik salah komputer yang terkoneksi di jaringan, lalu lihat dan  catat hasilnya.
Gambar 14. Komputer yang Terkoneksi Jaringan LAN 
Gambar 15. Hasil Folder Sharing  
4.   Ulangi  prosedur praktikum ke 3  dengan terlebih dahulu mengubah nama  workgroup anda dengan nama urutan kelompok (contoh : kelompok 1), catat dan print screen hasilnya.
5.   Lakukan prosedur praktikum ke 3 dengan terlebih dahulu meng-Turn off dan on kan public (current profile) pada fungsi Change advanced sharing setting. lalu   catat dan print screen hasilnya.
D. Konfigurasi dan Setting Print Server
Sebelum Windows 7 digunakan sebagai Print Server pastikan fitur LPD (Line Printer Daemon Protocol) diaktifkan dulu agar client yang menggunakan OS(Operating System) selain Windows dapat menggunakannya , jika ingin hanya sesama Windows maka LPD (Line Printer Daemon Protocol) tidak perlu diaktifkan.
Langkah meng aktifkan LPD (Line Printer Daemon Protocol) di Windows 7.
1.    Buka Windows 7 Control Panel.
2.    Pilih “Program and Features”di panel.
3.    Pilih “Turn Windows Features On Or Off
4.    Kemudian cari “Print and Document Service”.
5.    Setelah muncul Drop Down Menu beri checkmark pada “LPD Print Service”.
6.    Kemudian klik OK.
7.    Perlu di ingat pastikan printer sudah di sharing terlebih dahulu.

Pada praktikum ini alamat  komputer print server adalah 192.168.22.1 yang sudah di sharing di jaringan, untuk mengkoneksikan dengan computer client ikuti langkah-langkah berikut ini:
1.    Ketik nomor IP Print server   pada windowsRun” (Windows+R) seperti gambar dibawah ini.
Gambar 16. Tampilan Menu Run
2.     Kemudian akan muncul pilihan Printer On-Line yang terdapat pada Print Server seperti gambar dibawah ini.
Gambar 17. Tampilan Printer yang di share
3.    Lalu klik kanan dan pilih menu Connect seperti gambar dibawah ini.

Gambar 18. Connect Sharing Printer
4.   Print file biodata anda ke print server yang telah dibuat instruktur   

E.TUGAS PRAKTIKUM
1.    Sebutkan pengertian jaringan peer to peer dan client server ?
2.    Jelaskan fungsi dan karakteristik dari HUB, Switch, Bridge, repeater dan router?
3.    Jelaskan cara kerja komputer ketika memeriksa koneksi jaringan, ketika komputer tersebut mendapatkan hasil  Reply From… dan request time out?
4.    Sebutkan perbedaan fungsi Full control, Modify, Read & execute,List folder contens, Read, Write, Special permissions  pada bagian Security?








MODUL 5
SUBNETTING


TUJUAN PRAKTIKUM :
  1. Memahami Subnetting Classfull & Classless secara CIDR / VLSM.
  2. Dapat mengkonfigurasi IP pada jaringan Local Area Network.

PENDAHULUAN
Classfull
            Pengalokasian host pada jaringan dengan menggunakan sebuah subnet mask yang sama,  biasanya menggunakan protocol RIPv1 dan IGRP, dimana protocol ini  tidak mempunyai field untuk menyimpan informasi subnet sehingga              informasi-informasi subnet tidak dikirimkan.
            Ini berarti jika sebuah router menjalankan RIP mempunyai sebuah subnet mask dengan nilai tertentu, router beranggapan bahwa semua interface yang berada di dalam alamat classfull routing.  Jika kita mencampurkan panjang subnet yang berbeda dalam sebuah network yang menjalankan protocol RIP atau IGRP maka network itu tidak akan bekerja.
Classless
            Pengalokasian host/IP yang dapat menggunakan subnet mask yang berbeda, yang didukung oleh routing protocol (RIPv2, OSPF, dan EIGRP) yang dapat memberikan informasi subnet, sehingga dapat menghemat sejumlah alamat host/IP.
Subnetting :
Mengapa dilakukan subnetting ?
1.    Untuk mengurangi lalu lintas jaringan, mengurangi broadcast storm/memperkecil broadcast domain. (reduced network traffic)
  1. Mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan (optimized network performance)
  2. Pengelolaan yang disederhanakan yang memudahkan kita dalam pengelolaan,mengidentifikasikan permasalahan (simplified management)
  3. Penghematan alamat IP

Pada dasarnya subnetting adalah mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat IP dan me-reserve atau menyimpannya untuk mendefinisikan alamat subnet. Konsekuensinya adalah semakin sedikit jumlah bit untuk host. Jadi semakin banyak jumlah subnet, semakin sedikit jumlah bit yang tersedia untuk mendefinisikan host bit.
Gambar 1. Pembentukan subnetting
CIDR ( Classless Interdomain Domain Routing)
Perhitungan subnetting pada CIDR merupakan perhitungan lanjutan mengenai IP Addressing dengan menggunakan metode VLSM ( Variable Length Subnet Mask ), namun sebelum membahas VLSM perlu direview terlebih dahulu subnetting menggunakan CIDR.
Pada tahun 1992 lembaga IEFT memperkenalkan suatu konsep perhitungan IP Address yang dinamakan supernetting atau classless inter domain routing (CIDR), metode ini menggunakan notasi prefix dengan panjang notasi tertentu sebagai network prefix, panjang notasi prefix ini menentukan jumlah bit sebelah kiri yang digunakan sebagai Network ID, metode CIDR dengan notasi prefix dapat diterapkan pada semua kelas IP Address sehingga hal ini memudahkan dan lebih efektif. Menggunakan metode CIDR, kita dapat melakukan pembagian IP address yang tidak berkelas sesukanya tergantung dari kebutuhan pemakai.
Sebelum kita melakukan perhitungan IP address menggunakan metode CIDR berikut ini adalah nilai subnet yang dapat dihitung dan digunakan :
Tabel 1. Tabel Nilai CIDR
Subnet Mask
CIDR
Subnet Mask
CIDR
255.128.0.0
/9
255.255.240.0
/20
255.192.0.0
/10
255.255.248.0
/21
255.224.0.0
/11
255.255.252.0
/22
255.240.0.0
/12
255.255.254.0
/23
255.248.0.0
/13
255.255.255.0
/24
255.252.0.0
/14
255.255.255.128
/25
255.254.0.0
/15
255.255.255.192
/26
255.255.0.0
/16
255.255.255.224
/27
255.255.128.0
/17
255.255.255.240
/28
255.255.192.0
/18
255.255.255.248
/29
255.255.224.0
/19
255.255.255.252
/30

Catatan penting dalam subnetting ini adalah penggunaan oktat pada subnet mask dimana :
-       untuk IP address kelas C yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada oktat terakhir karena pada IP Address kelas C subnet mask default-nya adalah 255.255.255.0
-       untuk IP address kelas B yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada           2 oktat terakhir karena pada IP Address kelas B subnet mask default-nya adalah 255.255.0.0
-       untuk IP address kelas A yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada 3 oktat terakhir karena IP address kelas A subnet mask default-nya adalah 255.0.0.0

Contoh: Subnetting pada jaringan classfull dengan alamat network 192.168.1.0,                             seperti yang diperlihatkan pada gambar 2?
1.    Hitung jumlah kebutuhan subnet/network?
2.    Hitung jumlah host yang valid?
3.    Tentukan subnet-subnet yang valid?
4.    Tentukan host yang valid dan alamat broadcast?

Gambar 2. Classful Network
Jawab:
1.    Hitung jumlah kebutuhan subnet/network?
Ø Untuk mengetahui berapa banyak subnet/network yang kita butuhkan, kita perlu menghitung jumlah interface router yang dipergunakan, sebagai contoh gambar diatas memiliki 14 interface dengan (fa) interface LAN FastEthernet dan (se) Serial sebuah koneksi WAN.
Catatan:
·        Setiap Interface adalah subnet networknya sendiri,dan Link-link WAN antara dua router adalah satu subnet.
·        Setiap interface pada router membutuhkan sebuah alamat host yang valid pada subnet yang dikonfigurasi.
Ø  Masukan rumus = ,dimana x merupakan jumlah bit “1” pada subnet mask yang baru.
      Perhitungan   = 16,sehingga x = 4.
Jadi memenuhi rancangan kebutuhan kita, tetapi dengan mencadangkan 2 subnet.
2.    Hitung jumlah host yang valid?
Ø  Untuk perhitungan dengan metode binary =
      IP 192.168.1.0 merupakan kelas C
      Subnet mask default           = 11111111.11111111.11111111.00000000
                                                                255    .      255    .    255      .     0
      Tambahkan 4 bit berlogika “1” di octet ke empat.
      Subnet mask yang baru     = 11111111.11111111.11111111.11110000
                                                   255    .      255    .    255      .     240
      Dalam CIDR di tulis /28.
     
      Sehingga jumlah Host =
      Dimana y merupakan jumlah bit ”0” pada subnet mask yang baru.
     

3.    Tentukan subnet-subnet yang valid?
Block size = 256 – subnet mask = 256 – 240 = 16
Hasil 16 menunjukkan range subnet yang dapat dipakai untuk tiap subnet.
Berikut ini adalah daftar semua subnet untuk subnet mask class C 255.255.255 240”:

Tabel 2. Daftar subnet mask kelas C 192.168.1.0/28
Subnet
0
16
32
48
64
80
96
112
128
144
160
176
192
208
224
240
Host Pertama
1
17
33
49
65
81
97
113
129
145
161
177
193
209
225
241
Host Terakhir
14
30
46
62
78
94
110
126
142
158
174
190
206
222
238
254
Broadcast
15
31
47
63
79
95
111
127
143
159
175
191
207
223
239
255
Ket: Setiap subnet kolom merupakan satu subnet,kolom pertama adalah subnet pertama dan seterusnya. Contoh : subnet 192.168.1.0 mempunyai host pertama 192.168.1.1, host terakhir 192.168.1.14 sehinggan range host yang valid adalah 192.168.1.1 sampai dengan 192.168.1.14 dengan alamat broadcast 192.168.1.15.

Karena yang dibutuhkan hanya 14 subnet,maka kita bisa mencadangkan 2 subnet yang ada.


Gambar 3. Implementasi Classful Network 192.168.1.0/28
NB: Kelemahan pengalokasian classfull terletak pada pemborosan alamat host, dimana pada gambar 3 menunjukkan link WAN bersifat point to point yang sebenarnya hanya membutuhkan dua alamat host, sehingga kita menyia-nyiakan 12 alamat host/IP.




Contoh: Subnetting pada jaringan classless full dengan alamat network                              192.168.1.0?

Gambar 4. Network VLSM pada Jaringan Classless.

Langkah-langkah pengerjaan:
1.    Tentukan nilai notasi prefix dan nilai mask yang baru berdasarkan jumlah host tiap network.
2.    Tentukan jumlah network.
3.    Tentukan jumlah host yang valid.
4.    Tentukan block size.
5.    Masukan data ke tabel VLSM dimulai dari host terbesar yang berfungsi untuk mempermudah kita mengatur network supaya tidak terjadi overlap (tumpang tindih)

Tabel 3. VLSM                                                              Lembar Kerja VLSM
SUBNET
MASK
SUBNETS
HOST
BLOCK
/25
128
2
126
128
/26
192
4
62
64
/27
224
8
30
32
/28
240
16
14
16
/29
248
32
6
8
/30
252
64
2
4


Network
Hosts
Block
Subnet
Mask
A
30
32
8
224
B
14
16
16
240
C
6
8
32
248
D
2
4
64
252
E
2
4
64
252
F
2
4
64
252
G
2
4
64
252
H
2
4
64
252


Lanjutan Lembar Kerja VLSM

 


























Tugas Tambahan
1. Untuk mengelola manajemen pembagian kerja yang baik sebuah perusahaan
akan melakukan pembagian area kerja berdasarkan divisi atau unit kerja
yang spesifik dengan mengalokasikan sejumlah perangkat komputer (host)
sesuai kebutuhan. Sebagai contoh: Perusahaan “Kreatip Corp” membagi
perusahaannya ke dalam 6 divisi dengan distribusi alokasi kebutuhan hostnya
masing-masing:
Network 1 :  30 host
Network 2 :  10 host
Network 3 :  12 host
Network 4 :  60 host
Network 5 :  60 host
Network 6 :  12 host
Dengan Metode VLSM tentukan Network Address, First Usable Address, Last
Usable Address, Broadcast Address dan Gateway Address).
Tentukan sendiri kelas IP yang dipakai.
(laporan dilengkapi dengan perhitungan dan gambar perencanaan)





2. Berdasarkan gambar Topologi Jaringan berikut ini, tentukan pembagian
subnetwork dengan metode VLSM, default gateway, dan host pada masing-masing
bagian.
Tugas Pendahuluan
1.    Jelaskan ip addressing version 4 dan pembagian kelasnya ! berikan contoh beserta perinciannya.
  1. Jelaskan mengenai IP Public & IP Private, serta metode NAT !
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan Broadcast Domain dan Default Gateway, serta berikan berikan penjelasan jika muncul “ Destination unreachable &Request Time Out pada proses Ping !
  3. Jelaskan mengenai IP Subnetting Classfull & Classless menggunakan CIDR& VLSM !
  4. Dengan metode CIDR, berikan perincian subnetwork jika diberikan IP Network 200.200.200.0/24 dan dibutuhkan 8 subnetwork, tentukan pula network, first, last, dan broadcast address pada masing-masing subnetwork,serta gambarkan perhitungannya !
  5. Dengan metode VLSM, jika dibutuhkan pembagian jaringan untuk 4 divisi dengan masing-masing :
Network A : 30 host
Network B : 60 host
Network C : 6 host
Network D : 2 host
Jika diberikan IP License nya : 192.168.1.0/24 tentukan pembagian               IP Address pada masing-masing network beserta Network Address, First UsableAddress, Last Usable Address, & Broadcast Address.



Minggu, 28 April 2013

Manchester United


RVP: Saya Selalu Hormati Pendukung Arsenal



 Robin van Persie menegaskan bahwa dirinya selalu menghormati suporter Arsenal. Begitu pun saat dirinya kembali ke Emirates Stadium, Minggu (28/4) malam nanti.

Malam nanti, Manchester United akan menghadapi tuan rumah Arsenal pada pekan ke-35 Premier League. Dan ini merupakan kali pertama bagi RVP kembali ke stadion yang membesarkan namanya pasca hengkang ke United awal musim ini.

"Saya selalu menghormati pendukung Arsenal dan akan selalu begitu. Mereka mencintai klub dan saya mengerti bagaimana rasanya. Pemain, pelatih, manajer dan direktur datang dan pergi, namun pendukung akan tetap ada bersama klub," jelasnya.

"Jadi, saya menantikan bermain lagi di Emirates Stadium. Saya memiliki kenangan bagus bersama Arsenal. Akan sangat bagus bisa bertemu rekan, staff tim dan teman-teman lama saya lagi," tambah pemain berusia 29 tahun tersebut.

United sendiri telah resmi mengunci gelar Premier League pekan lalu. Tiga gol RVP ke gawang Aston Villa menjadi penegas dominasi United musim ini.




Fergie Mengaku Beruntung Miliki Van Persie


Manajer Manchester UnitedAlex Ferguson mengakui dampak yang diberikan striker Robin van Persie bagi tim, jauh lebih besar dari yang ia bayangkan.

Penyerang internasional Belanda menjadi faktor pengantar gelar Premier League ke-20 bagi The Red Devils, usai hattrick-nya menenggelamkanAston Villa 3-0 di Old Trafford, dini hari tadi.

Catatan tersebut menambah koleksi gol Van Persie menjadi 28 sepanjang musim ini, sejak didatangkan dari Arsenal seharga 24 juta poundsterling. Namun pemain 29 tahun itu hanyalah satu, dari sekian pemain berpengaruh bagi United di era Ferguson.

Cristiano Ronaldo mencetak 42 gol pada musim 2007/08, sedangkanEric Cantona menciptakan kontribusi besar pada 1993/94 dan 1995/96. Selain itu masih ada sejumlah nama seperti Roy KeaneDavid BeckhamRyan Giggs dan Ruud van Nistelrooy.

"Dalam hal pengaruh pada tim, saya kira Van Persie telah membuat pengaruh terbesar, yang pernah saya saksikan dan saya bayangkan. Cantona juga memilikinya, jadi saya sangat beruntung mendapatkan sejumlah striker luar biasa," tutur Fergie.

"Saya kira ia adalah pemain besar bagi Arsenal. Dan ketika pemain besar tersedia, maka anda merasa United harus memilikinya. Kami berekspektasi padanya, setelah musim lalu tampil luar biasa. Bahkan menurut Arsene Wenger, ia bermain lebih baik dari yang saya pikirkan."

Jaringan Komputer



Modul 1
Pengkabelan


I.       Tujuan Percobaan
-          Memahami tentang pengkabelan pada jaringan komputer
-          Mampu menghubungkan dua buah perangkat dengan medium kabel UTP

II.      Perangkat yang digunakan
1.    Kabel UTP cat. 5
2.    Konnector RJ45
3.    LAN tester
4.    Crimping tool
5.    PC

III.    Teori Dasar
            Untuk dapat menghubungkan divais yang satu dengan divais yang lain, maka dibutuhkanlah media transmisi. Terdapat berbagai macam media yang dapat digunakan untuk dapat menghubungkan divais dan membentuk jaringan. Secara umum, media tersebut adalah: kabel (wired) dan nirkabel (wireless).
Empat jenis kabel jaringan yang umum digunakan saat ini yaitu:
1.    Kabel koaksial
Kabel koaksial terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel.Beberapa jenis kabel koaksial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik.
2.    Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Kabel twisted pair terjadi dari dua kabel yang diputar enam kali per-inchi untuk memberikan perlindungan terhadap interferensi listrik ditambah dengan impedensi, atau tahanan listrik yang konsisten. Nama yang umum digunakan untuk kawat ini adalah IBM jenis/kategori 3. Secara singkat kabel UTP adalah murah dan mudah dipasang, dan bisa bekerja untuk jaringan skala kecil.
3.    Kabel Shielded Twisted Pair (STP)
Kabel STP sama dengan kabel UTP, tetapi kawatnya lebih besar dan diselubungi dengan lapisan pelindung isolasi untuk mencegah gangguan interferensi. Jenis kabel STP yang paling umum digunakan pada LAN ialah IBM jenis/kategori 1.
4.    Kabel Serat Optik (Fiber Optic)
Kabel serat optik mengirim data sebagai pulsa cahaya melalui kabel serat optik. Kabel serat optik mempunyai keuntungan yang menonjol dibandingkan dengan semua pilihan kabel tembaga. Kabel serat optik memberikan kecepatan transmisi data tercepat dan lebih reliable, karena jarang terjadi kehilangan data yang disebabkan oleh interferensi listrik. Kabel serat optik juga sangat tipis dan fleksibel sehingga lebih mudah dipindahkan dari pada kabel tembaga yang berat.

IV.   Prosedur Praktikum
Merakit Kabel Cross
1.    Potonglah kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel.
2.    Susunlah warna urutan kabel sesuai dengan gambar di bawah ini.
3.    Urutkanlah pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan.
4.    Setelah kabel dimasukkan ke konektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal menjepit kabel dengan kuat.
5.    Pasang kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester.
6.    Setelah berhasil melakukan pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan dua buah PC dengan kabel tersebut, apakah bisa?

Merakit Kabel Straight
1.    Potonglah kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel.
2.    Susunlah warna urutan kabel sesuai dengan gambar dibawah ini:



3.    Urutkanlah pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan.
4.    Setelah kabel dimasukkan ke kou nektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal menjepit kabel dengan kuat.
5.    Pasang kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester.
6.    Setelah berhasil melakukan pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan dua buah PC dengan kabel tersebut, apakah bisa?









MODUL 2
Konfigurasi Jaringan Komputer
(SHARING SOFTWARE DAN HARDWARE)

I. Tujuan Percobaan
·         Memahami Format IP Addressing versi 4 beserta pembagian kelasnya.
·         Dapat mengkonfigurasi IP pada jaringan Local Area Network.
·         Memahami dan mampu membuat jaringan Local Area Network (LAN).
·         Memahami dan mampu membuat file sharing di Windows 7.
·         Memahami dan mampu membuat sharing hardware

II. Perangkat yang digunakan
·         PC
·         Switch/Hub
·         Kabel Straight
·         Printer
III. Teori Dasar
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya yang menggunakan  media komunikasi dan protokol sehingga dapat saling berbagi informasi. Manfaat dari jaringan komputer adalah:
·         Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk.
·         Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting
·         Akses informasi: contohnya web browsing




1. FILE SHARING
Merupakan penyediaan dan penerimaan file digital melalui sebuah jaringan, menggunakan model terpusat atau model peer-to-peer (P2P) ataupun Client-Server. File disimpan dan dilayani oleh personal computers user atau disimpan di suatu PC yang bertindak sebagai server. Mereka yang terlibat dalam file sharing di Internet merupakan penyedia file (upload) dan penerima file (download). File sharing adalah aktifitas dimana para pengguna Internet dapat berbagai file dengan pengguna Internet lainnya dengan cara penyedia file terlebih dahulu mengupload file ke komputer server dan kemudian para pengguna Internet yang lainnya dapat mendownload file tersebut dari komputer server.
2. PRINT SERVER
            Printer jaringan adalah salah satu elemen penting dalam suatu jaringan komputer. baik jaringan berskala kecil seperti workgroup, jaringan business dan enterprise. Dalam skala jaringan business dan enterprise, membuat dan memaintenance printer jaringan adalah salah satu tugas yang sangat penting buat seorang administrator jaringan. Secara tradisional, printer jaringan dikoneksikan pada komputer lewat port parallel ataupun lewat port USB, kemudian printer tersebut di konfigurasi menjadi sharing printer sehingga beberapa user pada jaringan bisa mengaksesnya secara sharing. Printer jaringan pada Windows baik workgroup maupun Windows Server Infrastructure dapat mendukung dua jenis printer yang di representasikan pada Print Server sebagai Logical Printer yaitu :
1.    Printer yang terhubung local, printer jaringan ini terhubung kepada port fisik pada print server yaitu pada umumnya port USB atau parallel.
2.    Printer yang terhubung secara jaringan, printer ini terhubung kepada jaringan menggunakan protokol TCP/IP daripada terhubung langsung kepada port fisik.
Pada Windows, setiap jenis printer di representasikan pada print server sebagai sebuah  printer logical . Printer logical mendefinisikan karakter dan pola  dari printer termasuk driver, setting printer, default setting printer, dan property lainnya yang mengendalikan cara bagaimana printer tersebut memproses print job dan dikirim kepada printer yang dipilih.
Ada dua cara meng-implementasikan printer jaringan kepada printer yang terhubung ke jaringan.
1.    Logical Printer di install pada semua computer clients, dan menghubungkan Logical Printer tersebut langsung kepada printer yang terhubung kepada jaringan. Tidak ada print server dalam model ini. Setiap komputer memelihara sendiri setting , print processor, print queue, semua print job di proses pada komputer lokal disisi user daripada harus di offload kepada print server .
2.    Model Three-Part yang terdiri dari fisik printer itu sendiri, Logical Printer yang di host pada print server itu, dan printer clients yang terhubung kepada server printer logical.
Untuk berkomunikasi dengan host lain di dalam suatu jaringan, sebuah host harus mempunyai IP (Internet Protocol) address. Pada praktikum ini, IP yang digunakan adalah IPv4 yang memiliki panjang 32 bit (4 byte).
Gambar 1. Jaringan LAN
IP address sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian network address dan node/host address. IPv4 terdiri dari 5 class, yaitu A, B, C, D dan E. Kelas D digunakan untuk multicasting, sedangkan kelas E untuk riset.
Berikut adalah alokasi bit untuk alamat IPv4 :

Kelas A :

Kelas B :
Kelas C :
Berikut adalah IP Address Range untuk masing-masing kelas :
Kelas IP Address
IP Address
Netmask Default
A
1.0.0.0-127.0.0.0
255.0.0.0
B
128.0.0.0-191.255.0.0
255.255.0.0
C
192.0.0.0-223.255.255.0
255.255.255.0
D
224.0.0.0-239.255.255.255
-
E
240.0.0.0-255.0.0.0
-

IV. Prosedur Pratikum
A.   Konfigurasi dan Setting IP
1.    Setting IP address komputer anda dengan ketentuan sebagai berikut:
- IP 192.168.22.x       
- Subnet Mask = 255.255.255.0
- Gateway = 192.168.22.254
- DNS = 100.100.100.2
Ket :x : nomor urut absensi anda

Gambar 2. Setting Internet Protocol (TCP/IP)
2.    Hubungkan komputer anda ke switch dengan menggunakan kabel straight, seperti yang ditunjukkan gambar di bawah ini.
Gambar 3. Menghubungkan Komputer di Jaringan LAN
3.    Lakukan pengujian dengan menggunakan perintah ping, dari komputer 1 ke komputer yang lain.
Jika berhasil, lakukan prosedur praktikum selanjutnya; jika gagal, periksa kembali koneksi jaringan anda”.
B.   Konfigurasi  Computer name dan Setting Workgroup
1.    Ubah nama komputer dengan nama anda dan workgroup dengan nama “jarkom” . 
Untuk mengatur Computer name dan Workgroup adalah sebagai berikut:
·         Klik kanan My Computer ,lalu klik Properties.
Gambar 4. Tampilan Properties pada Pengaturan Workgroup Computer
·         Klik Change Setting.
Gambar 5. Tampilan Menu Control Panel Home
·         Klik Change
Gambar 6. Tampilan System Properties
·         Isi Computer name  dan  Workgroup dengan nama yang anda inginkan       ,kemudian klik OK, Restart PC lalu tunggu hasilnya.
Gambar 7. Computer Name/Domain Changes
2.  Catat dan print screen hasil perubahan konfigurasi computer name dan workgroup komputer anda.
C. Konfigurasi dan Setting Sharing Data
1.    Buka aplikasi program Microsoft Word, ketik nama dan nim anda, simpan dengan nama  biodata, masukan file biodata ke folder yang dibuat pada langkah ke 2.
2.    Buat sebuah Folder dengan nama urutan kelompok anda                                  (contoh: kelompok 1) yang ingin di sharing.
Untuk melakukan konfigurasi sharing file/folder adalah sebagai berikut:
·         klik kanan pada file atau folder yang akan di share kemudian klik properties.
·         Klik Tab Sharing, lalu klik Advanced Sharing
Gambar 8. Sharing folder
·         Klik  Check Box Share this Folder ,Lalu klik Permissions.
Gambar 9. Advanced Sharing
·         Centang pada pilihan Allow kalau menginginkan akses penuh                   ( Full Control), lalu klik OK,klik OK,klik Close.
Gambar 10. Share Permissions
·         Selanjutnya menuju ke tab Security, dengan cara pilih file,folder atau printer yang ingin di share, lalu klik kanan, dan klik properties.
Gambar 11. Security
·         Apabaila pada Group or user name : Everyone tidak ada maka kita harus menambahkannya  dengan cara klik Edit, kemudian klik Add, Setelah itu akan muncul gambar dibawah ini . Maka dilanjutkan dengan klik Advanced.
Gambar 12. Select Users or Group
·         Selanjutnya akan keluar seperti gambar dibawah,dilanjutkan dengan klik Find Now, maka akan muncul search result dan cari yang Everyone, dan klik OK, klik OK, klik OK, klik OK, dan selesai.
Gambar 13. Hasil Select Users or Group
3.    Untuk melihat hasil sharing yang telah kita lakukan buka Windows Explorer (windows+E) dan klik pada Network, klik salah komputer yang terkoneksi di jaringan, lalu lihat dan  catat hasilnya.
Gambar 14. Komputer yang Terkoneksi Jaringan LAN 
Gambar 15. Hasil Folder Sharing  
4.   Ulangi  prosedur praktikum ke 3  dengan terlebih dahulu mengubah nama  workgroup anda dengan nama urutan kelompok (contoh : kelompok 1), catat dan print screen hasilnya.
5.   Lakukan prosedur praktikum ke 3 dengan terlebih dahulu meng-Turn off dan on kan public (current profile) pada fungsi Change advanced sharing setting. lalu   catat dan print screen hasilnya.
D. Konfigurasi dan Setting Print Server
Sebelum Windows 7 digunakan sebagai Print Server pastikan fitur LPD (Line Printer Daemon Protocol) diaktifkan dulu agar client yang menggunakan OS(Operating System) selain Windows dapat menggunakannya , jika ingin hanya sesama Windows maka LPD (Line Printer Daemon Protocol) tidak perlu diaktifkan.
Langkah meng aktifkan LPD (Line Printer Daemon Protocol) di Windows 7.
1.    Buka Windows 7 Control Panel.
2.    Pilih “Program and Features”di panel.
3.    Pilih “Turn Windows Features On Or Off
4.    Kemudian cari “Print and Document Service”.
5.    Setelah muncul Drop Down Menu beri checkmark pada “LPD Print Service”.
6.    Kemudian klik OK.
7.    Perlu di ingat pastikan printer sudah di sharing terlebih dahulu.

Pada praktikum ini alamat  komputer print server adalah 192.168.22.1 yang sudah di sharing di jaringan, untuk mengkoneksikan dengan computer client ikuti langkah-langkah berikut ini:
1.    Ketik nomor IP Print server   pada windowsRun” (Windows+R) seperti gambar dibawah ini.
Gambar 16. Tampilan Menu Run
2.     Kemudian akan muncul pilihan Printer On-Line yang terdapat pada Print Server seperti gambar dibawah ini.
Gambar 17. Tampilan Printer yang di share
3.    Lalu klik kanan dan pilih menu Connect seperti gambar dibawah ini.

Gambar 18. Connect Sharing Printer
4.   Print file biodata anda ke print server yang telah dibuat instruktur   

E.TUGAS PRAKTIKUM
1.    Sebutkan pengertian jaringan peer to peer dan client server ?
2.    Jelaskan fungsi dan karakteristik dari HUB, Switch, Bridge, repeater dan router?
3.    Jelaskan cara kerja komputer ketika memeriksa koneksi jaringan, ketika komputer tersebut mendapatkan hasil  Reply From… dan request time out?
4.    Sebutkan perbedaan fungsi Full control, Modify, Read & execute,List folder contens, Read, Write, Special permissions  pada bagian Security?








MODUL 5
SUBNETTING


TUJUAN PRAKTIKUM :
  1. Memahami Subnetting Classfull & Classless secara CIDR / VLSM.
  2. Dapat mengkonfigurasi IP pada jaringan Local Area Network.

PENDAHULUAN
Classfull
            Pengalokasian host pada jaringan dengan menggunakan sebuah subnet mask yang sama,  biasanya menggunakan protocol RIPv1 dan IGRP, dimana protocol ini  tidak mempunyai field untuk menyimpan informasi subnet sehingga              informasi-informasi subnet tidak dikirimkan.
            Ini berarti jika sebuah router menjalankan RIP mempunyai sebuah subnet mask dengan nilai tertentu, router beranggapan bahwa semua interface yang berada di dalam alamat classfull routing.  Jika kita mencampurkan panjang subnet yang berbeda dalam sebuah network yang menjalankan protocol RIP atau IGRP maka network itu tidak akan bekerja.
Classless
            Pengalokasian host/IP yang dapat menggunakan subnet mask yang berbeda, yang didukung oleh routing protocol (RIPv2, OSPF, dan EIGRP) yang dapat memberikan informasi subnet, sehingga dapat menghemat sejumlah alamat host/IP.
Subnetting :
Mengapa dilakukan subnetting ?
1.    Untuk mengurangi lalu lintas jaringan, mengurangi broadcast storm/memperkecil broadcast domain. (reduced network traffic)
  1. Mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan (optimized network performance)
  2. Pengelolaan yang disederhanakan yang memudahkan kita dalam pengelolaan,mengidentifikasikan permasalahan (simplified management)
  3. Penghematan alamat IP

Pada dasarnya subnetting adalah mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat IP dan me-reserve atau menyimpannya untuk mendefinisikan alamat subnet. Konsekuensinya adalah semakin sedikit jumlah bit untuk host. Jadi semakin banyak jumlah subnet, semakin sedikit jumlah bit yang tersedia untuk mendefinisikan host bit.
Gambar 1. Pembentukan subnetting
CIDR ( Classless Interdomain Domain Routing)
Perhitungan subnetting pada CIDR merupakan perhitungan lanjutan mengenai IP Addressing dengan menggunakan metode VLSM ( Variable Length Subnet Mask ), namun sebelum membahas VLSM perlu direview terlebih dahulu subnetting menggunakan CIDR.
Pada tahun 1992 lembaga IEFT memperkenalkan suatu konsep perhitungan IP Address yang dinamakan supernetting atau classless inter domain routing (CIDR), metode ini menggunakan notasi prefix dengan panjang notasi tertentu sebagai network prefix, panjang notasi prefix ini menentukan jumlah bit sebelah kiri yang digunakan sebagai Network ID, metode CIDR dengan notasi prefix dapat diterapkan pada semua kelas IP Address sehingga hal ini memudahkan dan lebih efektif. Menggunakan metode CIDR, kita dapat melakukan pembagian IP address yang tidak berkelas sesukanya tergantung dari kebutuhan pemakai.
Sebelum kita melakukan perhitungan IP address menggunakan metode CIDR berikut ini adalah nilai subnet yang dapat dihitung dan digunakan :
Tabel 1. Tabel Nilai CIDR
Subnet Mask
CIDR
Subnet Mask
CIDR
255.128.0.0
/9
255.255.240.0
/20
255.192.0.0
/10
255.255.248.0
/21
255.224.0.0
/11
255.255.252.0
/22
255.240.0.0
/12
255.255.254.0
/23
255.248.0.0
/13
255.255.255.0
/24
255.252.0.0
/14
255.255.255.128
/25
255.254.0.0
/15
255.255.255.192
/26
255.255.0.0
/16
255.255.255.224
/27
255.255.128.0
/17
255.255.255.240
/28
255.255.192.0
/18
255.255.255.248
/29
255.255.224.0
/19
255.255.255.252
/30

Catatan penting dalam subnetting ini adalah penggunaan oktat pada subnet mask dimana :
-       untuk IP address kelas C yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada oktat terakhir karena pada IP Address kelas C subnet mask default-nya adalah 255.255.255.0
-       untuk IP address kelas B yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada           2 oktat terakhir karena pada IP Address kelas B subnet mask default-nya adalah 255.255.0.0
-       untuk IP address kelas A yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada 3 oktat terakhir karena IP address kelas A subnet mask default-nya adalah 255.0.0.0

Contoh: Subnetting pada jaringan classfull dengan alamat network 192.168.1.0,                             seperti yang diperlihatkan pada gambar 2?
1.    Hitung jumlah kebutuhan subnet/network?
2.    Hitung jumlah host yang valid?
3.    Tentukan subnet-subnet yang valid?
4.    Tentukan host yang valid dan alamat broadcast?

Gambar 2. Classful Network
Jawab:
1.    Hitung jumlah kebutuhan subnet/network?
Ø Untuk mengetahui berapa banyak subnet/network yang kita butuhkan, kita perlu menghitung jumlah interface router yang dipergunakan, sebagai contoh gambar diatas memiliki 14 interface dengan (fa) interface LAN FastEthernet dan (se) Serial sebuah koneksi WAN.
Catatan:
·        Setiap Interface adalah subnet networknya sendiri,dan Link-link WAN antara dua router adalah satu subnet.
·        Setiap interface pada router membutuhkan sebuah alamat host yang valid pada subnet yang dikonfigurasi.
Ø  Masukan rumus = ,dimana x merupakan jumlah bit “1” pada subnet mask yang baru.
      Perhitungan   = 16,sehingga x = 4.
Jadi memenuhi rancangan kebutuhan kita, tetapi dengan mencadangkan 2 subnet.
2.    Hitung jumlah host yang valid?
Ø  Untuk perhitungan dengan metode binary =
      IP 192.168.1.0 merupakan kelas C
      Subnet mask default           = 11111111.11111111.11111111.00000000
                                                                255    .      255    .    255      .     0
      Tambahkan 4 bit berlogika “1” di octet ke empat.
      Subnet mask yang baru     = 11111111.11111111.11111111.11110000
                                                   255    .      255    .    255      .     240
      Dalam CIDR di tulis /28.
     
      Sehingga jumlah Host =
      Dimana y merupakan jumlah bit ”0” pada subnet mask yang baru.
     

3.    Tentukan subnet-subnet yang valid?
Block size = 256 – subnet mask = 256 – 240 = 16
Hasil 16 menunjukkan range subnet yang dapat dipakai untuk tiap subnet.
Berikut ini adalah daftar semua subnet untuk subnet mask class C 255.255.255 240”:

Tabel 2. Daftar subnet mask kelas C 192.168.1.0/28
Subnet
0
16
32
48
64
80
96
112
128
144
160
176
192
208
224
240
Host Pertama
1
17
33
49
65
81
97
113
129
145
161
177
193
209
225
241
Host Terakhir
14
30
46
62
78
94
110
126
142
158
174
190
206
222
238
254
Broadcast
15
31
47
63
79
95
111
127
143
159
175
191
207
223
239
255
Ket: Setiap subnet kolom merupakan satu subnet,kolom pertama adalah subnet pertama dan seterusnya. Contoh : subnet 192.168.1.0 mempunyai host pertama 192.168.1.1, host terakhir 192.168.1.14 sehinggan range host yang valid adalah 192.168.1.1 sampai dengan 192.168.1.14 dengan alamat broadcast 192.168.1.15.

Karena yang dibutuhkan hanya 14 subnet,maka kita bisa mencadangkan 2 subnet yang ada.


Gambar 3. Implementasi Classful Network 192.168.1.0/28
NB: Kelemahan pengalokasian classfull terletak pada pemborosan alamat host, dimana pada gambar 3 menunjukkan link WAN bersifat point to point yang sebenarnya hanya membutuhkan dua alamat host, sehingga kita menyia-nyiakan 12 alamat host/IP.




Contoh: Subnetting pada jaringan classless full dengan alamat network                              192.168.1.0?

Gambar 4. Network VLSM pada Jaringan Classless.

Langkah-langkah pengerjaan:
1.    Tentukan nilai notasi prefix dan nilai mask yang baru berdasarkan jumlah host tiap network.
2.    Tentukan jumlah network.
3.    Tentukan jumlah host yang valid.
4.    Tentukan block size.
5.    Masukan data ke tabel VLSM dimulai dari host terbesar yang berfungsi untuk mempermudah kita mengatur network supaya tidak terjadi overlap (tumpang tindih)

Tabel 3. VLSM                                                              Lembar Kerja VLSM
SUBNET
MASK
SUBNETS
HOST
BLOCK
/25
128
2
126
128
/26
192
4
62
64
/27
224
8
30
32
/28
240
16
14
16
/29
248
32
6
8
/30
252
64
2
4


Network
Hosts
Block
Subnet
Mask
A
30
32
8
224
B
14
16
16
240
C
6
8
32
248
D
2
4
64
252
E
2
4
64
252
F
2
4
64
252
G
2
4
64
252
H
2
4
64
252


Lanjutan Lembar Kerja VLSM

 


























Tugas Tambahan
1. Untuk mengelola manajemen pembagian kerja yang baik sebuah perusahaan
akan melakukan pembagian area kerja berdasarkan divisi atau unit kerja
yang spesifik dengan mengalokasikan sejumlah perangkat komputer (host)
sesuai kebutuhan. Sebagai contoh: Perusahaan “Kreatip Corp” membagi
perusahaannya ke dalam 6 divisi dengan distribusi alokasi kebutuhan hostnya
masing-masing:
Network 1 :  30 host
Network 2 :  10 host
Network 3 :  12 host
Network 4 :  60 host
Network 5 :  60 host
Network 6 :  12 host
Dengan Metode VLSM tentukan Network Address, First Usable Address, Last
Usable Address, Broadcast Address dan Gateway Address).
Tentukan sendiri kelas IP yang dipakai.
(laporan dilengkapi dengan perhitungan dan gambar perencanaan)





2. Berdasarkan gambar Topologi Jaringan berikut ini, tentukan pembagian
subnetwork dengan metode VLSM, default gateway, dan host pada masing-masing
bagian.
Tugas Pendahuluan
1.    Jelaskan ip addressing version 4 dan pembagian kelasnya ! berikan contoh beserta perinciannya.
  1. Jelaskan mengenai IP Public & IP Private, serta metode NAT !
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan Broadcast Domain dan Default Gateway, serta berikan berikan penjelasan jika muncul “ Destination unreachable &Request Time Out pada proses Ping !
  3. Jelaskan mengenai IP Subnetting Classfull & Classless menggunakan CIDR& VLSM !
  4. Dengan metode CIDR, berikan perincian subnetwork jika diberikan IP Network 200.200.200.0/24 dan dibutuhkan 8 subnetwork, tentukan pula network, first, last, dan broadcast address pada masing-masing subnetwork,serta gambarkan perhitungannya !
  5. Dengan metode VLSM, jika dibutuhkan pembagian jaringan untuk 4 divisi dengan masing-masing :
Network A : 30 host
Network B : 60 host
Network C : 6 host
Network D : 2 host
Jika diberikan IP License nya : 192.168.1.0/24 tentukan pembagian               IP Address pada masing-masing network beserta Network Address, First UsableAddress, Last Usable Address, & Broadcast Address.