Modul
1
Pengkabelan
I. Tujuan
Percobaan
-
Memahami tentang pengkabelan pada
jaringan komputer
-
Mampu menghubungkan dua buah
perangkat dengan medium kabel UTP
II.
Perangkat yang digunakan
1.
Kabel UTP cat. 5
2.
Konnector RJ45
3.
LAN tester
4.
Crimping tool
5.
PC
III.
Teori Dasar
Untuk dapat
menghubungkan divais yang satu dengan divais yang lain, maka dibutuhkanlah
media transmisi. Terdapat berbagai macam media yang dapat digunakan untuk dapat
menghubungkan divais dan membentuk jaringan. Secara umum, media tersebut
adalah: kabel (wired) dan nirkabel (wireless).
Empat jenis kabel
jaringan yang umum digunakan saat ini yaitu:
Kabel koaksial terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh
dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan
kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor
yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik.
Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian
tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai
pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel.Beberapa jenis kabel
koaksial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar
kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap
interferensi listrik.
2. Kabel Unshielded
Twisted Pair (UTP)
Kabel twisted pair terjadi dari dua kabel yang diputar enam
kali per-inchi untuk memberikan perlindungan terhadap interferensi listrik
ditambah dengan impedensi, atau tahanan listrik yang konsisten. Nama yang umum
digunakan untuk kawat ini adalah IBM jenis/kategori 3. Secara singkat kabel UTP
adalah murah dan mudah dipasang, dan bisa bekerja untuk jaringan skala kecil.
3. Kabel Shielded Twisted
Pair (STP)
Kabel STP sama dengan kabel UTP, tetapi kawatnya lebih besar
dan diselubungi dengan lapisan pelindung isolasi untuk mencegah gangguan
interferensi. Jenis kabel STP yang paling umum digunakan pada LAN ialah IBM
jenis/kategori 1.
4. Kabel Serat Optik (Fiber Optic)
Kabel serat optik mengirim data sebagai pulsa cahaya melalui
kabel serat optik. Kabel serat optik mempunyai keuntungan yang menonjol
dibandingkan dengan semua pilihan kabel tembaga. Kabel serat optik memberikan
kecepatan transmisi data tercepat dan lebih reliable, karena jarang terjadi
kehilangan data yang disebabkan oleh interferensi listrik. Kabel serat optik
juga sangat tipis dan fleksibel sehingga lebih mudah dipindahkan dari pada
kabel tembaga yang berat.
IV.
Prosedur Praktikum
Merakit Kabel Cross
1.
Potonglah kabel sesuai dengan
panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung
luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel.
2.
Susunlah warna urutan kabel sesuai
dengan gambar di bawah ini.
3.
Urutkanlah pemasangan kabel pada
konektor sesuai dengan urutan.
4.
Setelah kabel dimasukkan ke
konektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem hingga
terminal-terminal menjepit kabel dengan kuat.
5.
Pasang kedua ujung kabel dengan
konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester.
6.
Setelah berhasil melakukan
pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan
dua buah PC dengan kabel tersebut, apakah bisa?
Merakit Kabel Straight
1.
Potonglah kabel sesuai dengan
panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung
luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel.
2.
Susunlah warna urutan kabel sesuai
dengan gambar dibawah ini:
3.
Urutkanlah pemasangan kabel pada
konektor sesuai dengan urutan.
4.
Setelah kabel dimasukkan ke kou
nektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal
menjepit kabel dengan kuat.
5.
Pasang kedua ujung kabel dengan
konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester.
6.
Setelah berhasil melakukan
pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan
dua buah PC dengan kabel tersebut, apakah bisa?
MODUL 2
Konfigurasi
Jaringan Komputer
(SHARING SOFTWARE DAN HARDWARE)
I. Tujuan Percobaan
·
Memahami
Format IP Addressing versi 4 beserta pembagian kelasnya.
·
Dapat mengkonfigurasi IP pada jaringan Local Area
Network.
·
Memahami dan mampu membuat jaringan Local Area Network (LAN).
·
Memahami dan mampu membuat file sharing di Windows 7.
·
Memahami dan mampu membuat sharing hardware
II.
Perangkat yang digunakan
·
PC
·
Switch/Hub
·
Kabel Straight
·
Printer
III. Teori Dasar
Jaringan komputer adalah sekelompok
komputer yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya yang
menggunakan media komunikasi dan protokol sehingga dapat saling
berbagi informasi. Manfaat dari jaringan komputer adalah:
·
Membagi
sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk.
·
Komunikasi:
contohnya surat
elektronik, instant messaging, chatting
·
Akses
informasi: contohnya web browsing
1.
FILE SHARING
Merupakan penyediaan dan
penerimaan file digital melalui
sebuah jaringan, menggunakan model terpusat atau model peer-to-peer (P2P) ataupun Client-Server.
File disimpan dan dilayani oleh personal
computers user atau disimpan di suatu PC yang bertindak sebagai server. Mereka yang terlibat dalam file sharing di Internet merupakan
penyedia file (upload) dan penerima
file (download). File sharing adalah aktifitas dimana para pengguna Internet dapat
berbagai file dengan pengguna Internet lainnya dengan cara penyedia file
terlebih dahulu mengupload file ke
komputer server dan kemudian para pengguna Internet yang lainnya dapat mendownload file tersebut dari komputer
server.
2. PRINT SERVER
Printer
jaringan adalah salah satu elemen
penting dalam suatu jaringan komputer. baik jaringan berskala kecil seperti workgroup, jaringan business dan enterprise.
Dalam skala jaringan business dan enterprise, membuat dan memaintenance printer jaringan adalah
salah satu tugas yang sangat penting buat seorang administrator jaringan.
Secara tradisional, printer jaringan dikoneksikan pada komputer lewat port parallel ataupun lewat port USB, kemudian printer tersebut di
konfigurasi menjadi sharing printer
sehingga beberapa user pada jaringan
bisa mengaksesnya secara sharing. Printer jaringan pada Windows baik workgroup maupun Windows
Server Infrastructure dapat mendukung dua jenis printer yang di
representasikan pada Print Server
sebagai Logical Printer yaitu :
1.
Printer
yang terhubung local, printer jaringan ini terhubung kepada port fisik pada print server yaitu pada umumnya port
USB atau parallel.
2.
Printer
yang terhubung secara jaringan, printer ini terhubung kepada
jaringan menggunakan protokol TCP/IP daripada terhubung langsung kepada port fisik.
Pada Windows, setiap jenis
printer di representasikan pada print
server sebagai sebuah printer logical . Printer logical mendefinisikan
karakter dan pola dari printer termasuk driver, setting printer, default setting
printer, dan property lainnya
yang mengendalikan cara bagaimana printer tersebut memproses print job dan dikirim kepada printer
yang dipilih.
Ada dua
cara meng-implementasikan printer jaringan kepada printer yang terhubung ke
jaringan.
1. Logical
Printer di install pada semua computer clients, dan menghubungkan Logical Printer tersebut langsung kepada printer yang terhubung
kepada jaringan. Tidak ada print server dalam
model ini. Setiap komputer memelihara sendiri setting , print processor,
print queue, semua print job di
proses pada komputer lokal disisi user daripada
harus di offload kepada print server .
2. Model
Three-Part yang terdiri dari fisik printer itu sendiri,
Logical Printer yang di host pada print server itu, dan printer
clients yang terhubung kepada server
printer logical.
Untuk berkomunikasi dengan host lain di dalam suatu
jaringan, sebuah host harus mempunyai
IP (Internet Protocol) address. Pada praktikum ini, IP yang digunakan adalah
IPv4 yang memiliki panjang 32 bit (4 byte).
Gambar 1. Jaringan LAN
IP
address sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian network address dan
node/host address. IPv4 terdiri dari 5 class, yaitu A, B, C, D dan E.
Kelas D digunakan untuk multicasting, sedangkan kelas E untuk riset.
Berikut
adalah alokasi bit untuk alamat IPv4 :
Kelas
A :
Berikut adalah IP Address Range untuk masing-masing kelas
:
Kelas IP Address
|
IP Address
|
Netmask Default
|
A
|
1.0.0.0-127.0.0.0
|
255.0.0.0
|
B
|
128.0.0.0-191.255.0.0
|
255.255.0.0
|
C
|
192.0.0.0-223.255.255.0
|
255.255.255.0
|
D
|
224.0.0.0-239.255.255.255
|
-
|
E
|
240.0.0.0-255.0.0.0
|
-
|
IV.
Prosedur Pratikum
A.
Konfigurasi
dan Setting IP
1. Setting
IP address komputer anda dengan ketentuan sebagai berikut:
- IP 192.168.22.x
- Subnet Mask = 255.255.255.0
- Gateway = 192.168.22.254
- DNS = 100.100.100.2
Ket :x : nomor urut absensi anda
Gambar 2. Setting Internet Protocol (TCP/IP)
2. Hubungkan
komputer anda ke switch dengan
menggunakan kabel straight, seperti
yang ditunjukkan gambar di bawah ini.
Gambar
3. Menghubungkan Komputer di Jaringan LAN
3. Lakukan
pengujian dengan menggunakan perintah ping,
dari komputer 1 ke komputer yang lain.
“Jika
berhasil, lakukan prosedur praktikum selanjutnya; jika gagal, periksa kembali
koneksi jaringan anda”.
B.
Konfigurasi
Computer
name dan Setting Workgroup
1. Ubah
nama komputer dengan nama anda dan workgroup dengan nama “jarkom” .
Untuk
mengatur Computer name dan Workgroup adalah sebagai berikut:
·
Klik kanan My Computer ,lalu klik Properties.
Gambar 4. Tampilan Properties pada
Pengaturan Workgroup Computer
Gambar 5. Tampilan Menu Control Panel Home
Gambar 6. Tampilan System Properties
·
Isi Computer
name dan Workgroup dengan nama
yang anda inginkan ,kemudian klik OK,
Restart
PC lalu tunggu hasilnya.
Gambar 7. Computer Name/Domain Changes
2. Catat dan print screen
hasil perubahan konfigurasi computer name dan workgroup komputer anda.
C. Konfigurasi dan Setting Sharing Data
1. Buka
aplikasi program Microsoft Word, ketik nama dan nim anda, simpan dengan
nama biodata, masukan file biodata ke folder yang dibuat pada langkah ke
2.
2. Buat
sebuah Folder dengan nama urutan kelompok
anda (contoh:
kelompok 1) yang ingin di sharing.
Untuk
melakukan konfigurasi sharing file/folder adalah sebagai berikut:
·
klik kanan
pada file atau folder yang akan di share kemudian
klik properties.
·
Klik Tab Sharing, lalu klik Advanced
Sharing
Gambar 8. Sharing folder
·
Klik Check Box Share this Folder ,Lalu
klik Permissions.
Gambar 9. Advanced Sharing
·
Centang pada pilihan Allow kalau menginginkan
akses penuh ( Full Control), lalu klik OK,klik
OK,klik
Close.
Gambar 10. Share Permissions
·
Selanjutnya menuju ke tab Security, dengan cara
pilih file,folder atau printer yang ingin di share, lalu klik kanan,
dan klik properties.
Gambar 11. Security
·
Apabaila pada Group or user name : Everyone
tidak ada maka kita harus menambahkannya
dengan cara klik Edit, kemudian klik Add,
Setelah itu akan muncul gambar dibawah ini . Maka dilanjutkan dengan klik Advanced.
Gambar 12. Select Users or Group
·
Selanjutnya akan keluar seperti gambar
dibawah,dilanjutkan dengan klik Find Now, maka akan muncul search result dan cari yang Everyone,
dan klik OK, klik OK, klik OK, klik OK,
dan selesai.
Gambar 13. Hasil Select Users or Group
3. Untuk
melihat hasil sharing yang telah kita
lakukan buka Windows Explorer (windows+E) dan klik pada Network, klik salah
komputer yang terkoneksi di jaringan, lalu lihat dan catat hasilnya.
Gambar
14. Komputer yang Terkoneksi Jaringan LAN
Gambar
15. Hasil Folder Sharing
4. Ulangi
prosedur praktikum ke 3 dengan
terlebih dahulu mengubah nama workgroup
anda dengan nama urutan kelompok (contoh : kelompok
1), catat dan print screen hasilnya.
5. Lakukan prosedur praktikum ke 3 dengan
terlebih dahulu meng-Turn off dan on kan public
(current profile) pada fungsi Change
advanced sharing setting. lalu catat dan print screen hasilnya.
D. Konfigurasi dan Setting Print Server
Sebelum
Windows 7 digunakan sebagai Print Server pastikan fitur LPD (Line Printer Daemon Protocol) diaktifkan
dulu agar client yang menggunakan OS(Operating
System) selain Windows dapat
menggunakannya , jika ingin hanya sesama Windows
maka LPD (Line Printer Daemon Protocol)
tidak perlu diaktifkan.
Langkah
meng aktifkan LPD (Line Printer Daemon
Protocol) di Windows 7.
1. Buka
Windows 7 Control Panel.
2. Pilih
“Program
and Features”di panel.
3. Pilih
“Turn
Windows Features On Or Off”
4. Kemudian
cari “Print and Document Service”.
5. Setelah
muncul Drop Down Menu beri checkmark
pada “LPD Print Service”.
6. Kemudian
klik OK.
7. Perlu di ingat
pastikan printer sudah di sharing
terlebih dahulu.
Pada praktikum ini alamat komputer print server adalah 192.168.22.1
yang sudah di sharing di jaringan, untuk mengkoneksikan dengan computer client ikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Ketik
nomor IP Print server pada windows
“Run”
(Windows+R) seperti gambar dibawah ini.
Gambar
16. Tampilan Menu Run
2. Kemudian akan muncul pilihan Printer On-Line yang terdapat pada Print Server seperti gambar dibawah ini.
Gambar
17. Tampilan Printer yang di share
3. Lalu
klik kanan dan pilih menu Connect
seperti gambar dibawah ini.
Gambar
18. Connect Sharing Printer
4. Print file biodata anda ke print server yang
telah dibuat instruktur
E.TUGAS
PRAKTIKUM
1. Sebutkan
pengertian jaringan peer to peer dan client server ?
2. Jelaskan
fungsi dan karakteristik dari HUB,
Switch, Bridge, repeater dan router?
3. Jelaskan
cara kerja komputer ketika memeriksa koneksi jaringan, ketika komputer tersebut
mendapatkan hasil Reply From… dan request time
out?
4. Sebutkan
perbedaan fungsi Full control, Modify,
Read & execute,List folder contens, Read, Write, Special permissions pada bagian Security?
MODUL
5
SUBNETTING
TUJUAN PRAKTIKUM :
- Memahami
Subnetting Classfull & Classless secara CIDR / VLSM.
- Dapat
mengkonfigurasi IP pada jaringan Local Area Network.
PENDAHULUAN
Classfull
Pengalokasian
host pada jaringan dengan menggunakan sebuah subnet mask yang sama, biasanya menggunakan protocol RIPv1 dan IGRP,
dimana protocol ini tidak mempunyai
field untuk menyimpan informasi subnet sehingga informasi-informasi subnet tidak
dikirimkan.
Ini
berarti jika sebuah router menjalankan RIP mempunyai sebuah subnet mask dengan
nilai tertentu, router beranggapan bahwa semua interface yang berada di dalam
alamat classfull routing. Jika kita
mencampurkan panjang subnet yang berbeda dalam sebuah network yang menjalankan
protocol RIP atau IGRP maka network itu tidak akan bekerja.
Classless
Pengalokasian host/IP yang dapat
menggunakan subnet mask yang berbeda, yang didukung oleh routing protocol
(RIPv2, OSPF, dan EIGRP) yang dapat memberikan informasi subnet, sehingga dapat
menghemat sejumlah alamat host/IP.
Subnetting :
Mengapa dilakukan
subnetting ?
1. Untuk
mengurangi lalu lintas jaringan, mengurangi broadcast
storm/memperkecil broadcast domain. (reduced network traffic)
- Mengoptimalisasi unjuk kerja
jaringan (optimized network
performance)
- Pengelolaan yang disederhanakan
yang memudahkan kita dalam pengelolaan,mengidentifikasikan permasalahan (simplified management)
- Penghematan alamat IP
Pada
dasarnya subnetting adalah mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat IP
dan me-reserve atau menyimpannya untuk mendefinisikan alamat subnet. Konsekuensinya
adalah semakin sedikit jumlah bit untuk host. Jadi semakin banyak jumlah
subnet, semakin sedikit jumlah bit yang tersedia untuk mendefinisikan host bit.
Gambar 1. Pembentukan
subnetting
CIDR (
Classless Interdomain Domain Routing)
Perhitungan subnetting pada CIDR merupakan perhitungan lanjutan
mengenai IP Addressing dengan menggunakan metode VLSM ( Variable Length Subnet
Mask ), namun sebelum membahas VLSM perlu direview
terlebih dahulu subnetting menggunakan CIDR.
Pada tahun 1992 lembaga IEFT memperkenalkan suatu konsep
perhitungan IP Address yang dinamakan supernetting atau classless inter domain
routing (CIDR), metode ini menggunakan notasi prefix dengan panjang notasi
tertentu sebagai network prefix, panjang notasi prefix ini menentukan jumlah
bit sebelah kiri yang digunakan sebagai Network ID, metode CIDR dengan notasi
prefix dapat diterapkan pada semua kelas IP Address sehingga hal ini memudahkan
dan lebih efektif. Menggunakan metode CIDR, kita dapat melakukan pembagian IP
address yang tidak berkelas sesukanya tergantung dari kebutuhan pemakai.
Sebelum kita melakukan perhitungan IP address menggunakan metode CIDR berikut ini adalah nilai subnet
yang dapat dihitung dan digunakan :
Tabel 1.
Tabel Nilai CIDR
Subnet Mask
|
CIDR
|
Subnet Mask
|
CIDR
|
255.128.0.0
|
/9
|
255.255.240.0
|
/20
|
255.192.0.0
|
/10
|
255.255.248.0
|
/21
|
255.224.0.0
|
/11
|
255.255.252.0
|
/22
|
255.240.0.0
|
/12
|
255.255.254.0
|
/23
|
255.248.0.0
|
/13
|
255.255.255.0
|
/24
|
255.252.0.0
|
/14
|
255.255.255.128
|
/25
|
255.254.0.0
|
/15
|
255.255.255.192
|
/26
|
255.255.0.0
|
/16
|
255.255.255.224
|
/27
|
255.255.128.0
|
/17
|
255.255.255.240
|
/28
|
255.255.192.0
|
/18
|
255.255.255.248
|
/29
|
255.255.224.0
|
/19
|
255.255.255.252
|
/30
|
Catatan
penting dalam subnetting ini adalah penggunaan oktat pada subnet mask dimana :
-
untuk IP address kelas C yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada oktat
terakhir karena pada IP Address kelas C subnet mask default-nya adalah
255.255.255.0
-
untuk IP address kelas B yang dapat dilakukan
CIDR-nya adalah pada 2 oktat
terakhir karena pada IP Address kelas B subnet mask default-nya adalah
255.255.0.0
-
untuk IP address kelas A yang dapat dilakukan
CIDR-nya adalah pada 3 oktat terakhir karena IP address kelas A subnet mask
default-nya adalah 255.0.0.0
Contoh: Subnetting pada jaringan classfull dengan alamat network
192.168.1.0, seperti yang diperlihatkan pada gambar 2?
1.
Hitung jumlah kebutuhan subnet/network?
2.
Hitung jumlah host yang valid?
3.
Tentukan subnet-subnet yang valid?
4.
Tentukan host yang valid dan alamat
broadcast?
Gambar
2. Classful Network
Jawab:
1.
Hitung jumlah kebutuhan subnet/network?
Ø
Untuk mengetahui berapa banyak subnet/network
yang kita butuhkan, kita perlu menghitung jumlah interface router yang
dipergunakan, sebagai contoh gambar diatas memiliki 14 interface dengan (fa)
interface LAN FastEthernet dan (se) Serial sebuah koneksi WAN.
Catatan:
·
Setiap Interface adalah subnet
networknya sendiri,dan Link-link WAN antara dua router adalah satu subnet.
·
Setiap interface pada router
membutuhkan sebuah alamat host yang valid pada subnet yang dikonfigurasi.
Ø
Masukan rumus =
,dimana x merupakan jumlah bit “1” pada subnet mask yang baru.
Perhitungan
= 16,sehingga x = 4.
Jadi
memenuhi rancangan kebutuhan kita, tetapi dengan mencadangkan 2 subnet.
2.
Hitung jumlah host yang valid?
Ø
Untuk perhitungan dengan metode
binary =
IP 192.168.1.0 merupakan kelas C
Subnet mask default = 11111111.11111111.11111111.00000000
255
. 255 .
255 . 0
Tambahkan 4 bit berlogika “1” di octet ke empat.
Subnet mask yang baru = 11111111.11111111.11111111.11110000
255 .
255 . 255
. 240
Dalam CIDR di tulis /28.
Sehingga jumlah Host = 
Dimana y merupakan jumlah bit ”0” pada subnet mask yang baru.
3.
Tentukan subnet-subnet yang valid?
Block
size = 256 – subnet mask = 256 – 240 = 16
Hasil
16 menunjukkan range subnet yang dapat dipakai untuk tiap subnet.
Berikut
ini adalah daftar semua subnet untuk subnet mask class C 255.255.255 240”:
Tabel 2. Daftar
subnet mask kelas C 192.168.1.0/28
Subnet
|
0
|
16
|
32
|
48
|
64
|
80
|
96
|
112
|
128
|
144
|
160
|
176
|
192
|
208
|
224
|
240
|
Host Pertama
|
1
|
17
|
33
|
49
|
65
|
81
|
97
|
113
|
129
|
145
|
161
|
177
|
193
|
209
|
225
|
241
|
Host Terakhir
|
14
|
30
|
46
|
62
|
78
|
94
|
110
|
126
|
142
|
158
|
174
|
190
|
206
|
222
|
238
|
254
|
Broadcast
|
15
|
31
|
47
|
63
|
79
|
95
|
111
|
127
|
143
|
159
|
175
|
191
|
207
|
223
|
239
|
255
|
Ket: Setiap subnet kolom merupakan satu subnet,kolom pertama
adalah subnet pertama dan seterusnya. Contoh : subnet 192.168.1.0 mempunyai
host pertama 192.168.1.1, host terakhir 192.168.1.14 sehinggan range host yang
valid adalah 192.168.1.1 sampai dengan 192.168.1.14 dengan alamat broadcast
192.168.1.15.
Karena
yang dibutuhkan hanya 14 subnet,maka kita bisa mencadangkan 2 subnet yang ada.
Gambar
3. Implementasi Classful Network 192.168.1.0/28
NB: Kelemahan pengalokasian classfull
terletak pada pemborosan alamat host, dimana pada gambar 3 menunjukkan link WAN
bersifat point to point yang sebenarnya hanya membutuhkan dua alamat host, sehingga
kita menyia-nyiakan 12 alamat host/IP.
Contoh: Subnetting pada jaringan classless full dengan alamat
network 192.168.1.0?
Gambar 4. Network VLSM pada
Jaringan Classless.
Langkah-langkah
pengerjaan:
1.
Tentukan nilai notasi prefix dan nilai mask yang baru berdasarkan
jumlah host tiap network.
2.
Tentukan jumlah network.
3.
Tentukan jumlah host yang valid.
4.
Tentukan block size.
5.
Masukan data ke tabel VLSM dimulai dari host terbesar yang
berfungsi untuk mempermudah kita mengatur network supaya tidak terjadi overlap
(tumpang tindih)
Tabel 3. VLSM Lembar
Kerja VLSM
SUBNET
|
MASK
|
SUBNETS
|
HOST
|
BLOCK
|
/25
|
128
|
2
|
126
|
128
|
/26
|
192
|
4
|
62
|
64
|
/27
|
224
|
8
|
30
|
32
|
/28
|
240
|
16
|
14
|
16
|
/29
|
248
|
32
|
6
|
8
|
/30
|
252
|
64
|
2
|
4
|
Network
|
Hosts
|
Block
|
Subnet
|
Mask
|
A
|
30
|
32
|
8
|
224
|
B
|
14
|
16
|
16
|
240
|
C
|
6
|
8
|
32
|
248
|
D
|
2
|
4
|
64
|
252
|
E
|
2
|
4
|
64
|
252
|
F
|
2
|
4
|
64
|
252
|
G
|
2
|
4
|
64
|
252
|
H
|
2
|
4
|
64
|
252
|
Lanjutan Lembar Kerja VLSM
Tugas
Tambahan
1. Untuk mengelola
manajemen pembagian kerja yang baik sebuah perusahaan
akan melakukan pembagian area kerja berdasarkan divisi atau unit
kerja
yang spesifik dengan mengalokasikan sejumlah perangkat komputer (host)
sesuai kebutuhan. Sebagai contoh: Perusahaan “Kreatip Corp”
membagi
perusahaannya ke dalam 6 divisi dengan distribusi alokasi
kebutuhan hostnya
masing-masing:
Network 1 : 30 host
Network 2 : 10 host
Network 3 : 12 host
Network 4 : 60 host
Network 5 : 60 host
Network 6 : 12 host
Dengan Metode VLSM tentukan Network Address, First Usable Address,
Last
Usable Address, Broadcast Address dan Gateway Address).
Tentukan sendiri kelas IP yang dipakai.
(laporan dilengkapi dengan perhitungan dan gambar perencanaan)
2.
Berdasarkan gambar Topologi Jaringan berikut ini, tentukan pembagian
subnetwork
dengan metode VLSM, default gateway, dan host pada masing-masing
bagian.
Tugas Pendahuluan
1.
Jelaskan ip addressing version 4 dan
pembagian kelasnya ! berikan contoh beserta perinciannya.
- Jelaskan mengenai IP Public
& IP Private, serta metode NAT !
- Jelaskan yang dimaksud dengan
Broadcast Domain dan Default Gateway, serta berikan berikan penjelasan
jika muncul “ Destination unreachable &Request Time Out pada proses Ping !
- Jelaskan mengenai IP Subnetting
Classfull & Classless menggunakan CIDR& VLSM !
- Dengan metode CIDR, berikan perincian
subnetwork jika diberikan IP Network 200.200.200.0/24 dan dibutuhkan 8
subnetwork, tentukan pula network, first, last, dan broadcast address pada
masing-masing subnetwork,serta gambarkan perhitungannya !
- Dengan metode VLSM, jika
dibutuhkan pembagian jaringan untuk 4 divisi dengan masing-masing :
Network A : 30 host
Network B : 60 host
Network C : 6 host
Network D : 2 host
Jika diberikan IP License nya :
192.168.1.0/24 tentukan pembagian
IP Address pada masing-masing
network beserta Network Address, First UsableAddress, Last Usable Address,
& Broadcast Address.